Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu tersebut. Lakukan dengan tulus. Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.

Anonim - dari sebuah group WhatsApp

(via kurniawangunadi)
Dua orang saling mencintai, berdiam diri. Saling menunggu. Menunggu dipertemukan, oleh Tuhan.

kurniawangunadi

(via kurniawangunadi)
Kita tidak harus diam bila bisa mengatakan, kita tidak harus menunggu bila bisa memulai duluan. Selalu ada awal untuk segala sesuatu, kan?

kurniwangunadi

(via kurniawangunadi)

Lari

Kita pernah dilukai. Oleh ucapan orang lain.
Kita pernah ingin mati. Oleh tatapan orang lain.
Kita pernah ingin pergi. Oleh ketidak pedulian orang lain.

Kita ingin hujan-hujanan biar air mata kita tidak terlihat.
Kita ingin sendiri biar sedih kita tidak diketahui.
Kita ingin orang lain pergi, sebab mereka tidak peduli.

Hidup ini sulit bila kita terus menerus sibuk memikirkan apa kata orang.

(c)kurniawangunadi

Kita mungkin tidak bersatu.

Tidak semua pertemuan itu menyatukan. Seperti pertemuan kita setiap hari pada orang yang berlalu-lalang. Hanya sekedar lewat, sedikit tegur sapa. Ku kira kita pun seperti itu.

Mungkin lebih sedikit. Karena kamu sempat berhenti dan menegurku yang seorang diri….

Hanya sebagian kecil dari diri kita yang diketahui orang lain, selebihnya mereka hanya menerka-nerka.

kurniawangunadi

(via kurniawangunadi)

Listening to Sepatu by Tulus

Mungkin tak semua bisa bersatu.. – Preview it on Path.

Aku merindukan saat-saat pertama kita berkenalan, saat segalanya masih manis dan baik-baik saja..
(via arizninno)
Terkadang ; Aku ingin sekali bisa singgah dalam bunga tidurmu. Menengoki siapa-siapa saja yg bertamu disana. Barangkali ada aku yg ikut serta, apa iya?
(via arizninno)
Letakku darimu tak terlalu jauh. Namun bila bukan aku yang kamu tuju, sampai kapanpun kita tak akan pernah bertemu.

(via arizninno)

Jika seharusnya memang kamu yang aku tuju, tapi aku harus berputar arah terlebih dahulu. Bagaimana menurutmu?

(via aksarannyta)

Mbb.. Boleh saja. Asalkan percepat langkah kakimu, sebab sedikitpun aku tak mau kehilangan waktu untuk bertemu denganmu..

(via arizninno)

Sayangnya aku tak ingin buru-buru. Menikmati setiap langkah sambil bebenah, agar saat bertemu denganmu nanti, pandanganmu tak akan pindah.

(via aksarannyta)

Mbb, terserah kamu saja, aku tak akan memaksa. Mana bisa aku berpindah, jika Tuhan telah memberikan anugerah sepertimu?

(via arizninno)

Ini terlalu berlebihan :p
Selamat malam, Masnya. Terima kasih telah berbalas kata :)