Aku percaya, orang-orang yang memang sepatutnya dipertemukan, apapun kondisinya, bagaimanapun caranya, pada akhirnya akan bertemu juga. Pertemuan kita adalah salah satunya.

Bosan

Yaa Allah, hamba bosan, Yaa Rab..

Hamba bosan bercakap dengannya, walau hanya menjawab pertanyaannya apakah aku sudah sahur atau belum, dimana aku, atau apapun, termasuk tentang hal-hal yang harus kami lakukan. Hamba bosan..

Rasanya percuma saat aku punya masalah, cerita padanya berharap dia mampu membantuku menyelesaikan masalah, nyatanya tidak. Nyatanya malah dia mengulangi kata-kata yang hamba sampaikan. Malah dia mengulur waktu kesana-kemari padahal aku hanya butuh nasihatnya. Dia pergi, dia berubah, dia tiada..

Kembali, tak ada keluarga dekat, bahkan dirinya sendiri yang mengaku kakak saja sudah tak aku indahkan lagi. No sense, no feeling..

Untung ada Engkau, Yaa Rabb. Engkau yang selalu tau isi hatiku. Engkau yang selalu disana melihatku tertawa, menangis, gembira, sedih, bingung, bosan.. Engkau yang tak pernah keberatan menjawab seluruh kebingunganku bahkan saat aku lupa menceritakan kepada-Mu. Engkau yang selalu mengerti hamba, Engkau.. Yaa Allah, terimakasih. :-)

Sebentar lagi..

Entah mengapa. Padahal hari juga masih pagi. Tapi rasanya malas sekali untuk mengangkat telepon dari orang yang biasa ku sebut sahabat. Entah karena aku hanya memanfaatkan sisa-sisa energiku menjalani rutinitas disini, entah karena aku sudah mulai lelah dan tak bergairah dengan semua kegiatan yang mesti ku lakukan. Entah karena memang sekarang sahabat bukan lagi menjadi orang yang mengerti semua keluh kesahku.. Entah..

Aku sudah terbiasa tersenyum walaupun sebenarnya banyak hal sulit yang harus aku lewati. Mereka bilang senyumku bisa memberi arti positif untuk hari-hari mereka. Mereka hanya tidak tahu, dan mereka tak perlu tahu berapa banyak keluh yang kulontarkan saat sendiri. Tak perlulah.. Tuhanku sudah mengetahui segala yang ada di hati dan pikiranku.

“Sebentar lagi, tenang saja.. Perjuangan kita akan berakhir sebentar lagi.. Dan kita tinggal menikmati manisnya..” kalimat itu yg selalu hatiku ucapkan saat melihat si empunya nya merasa letih. Iya, memang sebentar lagi. Tapi semakin sering ku anggap sebentar lagi, mengapa malah terasa semakin lama?

Katakanlah yg memang seharusnya dikatakan. Jangan hanya diam meratapi keadaan. Ingat, sesuatu yg ditahan, itu hanya menyakitkan..
(via arizninno)

Same mistakes

Entah aku yang terlalu bebal, atau orang itu yang terlalu jahat.
Hingga dengan beraninya melakukan kejahatan yang sama untuk kedua, ketiga, bahkan keempat kalinya. Ya, empat kali dengan hal yang sama..
Atau mungkin sebegitu bodohnya kah aku hingga didzalimi sampai empat kali dengan hal yang sama?
Masyaallah.. bahkan sabarku pun ada batasnya lho..

Tak perlu balas dendam..

Balas dendam? Buat apa?
Geregetan sih iya, banget..
Kesel? Apalagi..
Bete? Wah jangan ditanya!
Tapi buat apa balas dendam?
Sudahlah, duduklah dengan manis sambil menunggu dan berdoa.
Siapapun yang menyakitimu pasti akan kacau balau dengan sendirinya, pada waktunya.
Dan bila kamu beruntung, Tuhan akan biarkan kamu melihatnya..

Bahagia itu sederhana kok. Saat kamu cerita lucu dan aku tertawa dan kamu juga. Lalu kita paham arti sebuah bahagia, tanpa harus bilang ‘aku bahagia’.
Setiap kali aku merasa malas belajar, aku selalu ingat bahwa anak-anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang cerdas
Kak cara kita tau kalo cowo yang lagi deket sama kita itu serius apa enggak gimana ya? by aufaanmtn

kunamaibintangitunamamu:

Sebenarnya ini gampang-gampang susah yah. Soalnya kita juga gak bisa menerka isi kepala cowok itu gimana.

Kalau sesuai pengalaman sih, cowok yang serius itu bakalan menyempatkan diri untuk mengabarin kamu tentang keadaannya, selalu mengucapkan kalimat-kalimat sederhana seperti ‘selamat pagi atau jangan lupa makan siang’, terus dia juga ingin tau tentang keadaanmu, akan selalu minta maaf jika dia telat menjawab pesanmu, dia tidak menuntut apa-apa darimu, dan yang paling penting, dia bisa mengerti tentang keterbatasanmu.

Aku rasa kita juga bakal tau cowok itu tidak serius dari caranya menjawab pesan kita, kalau dia hanya membalas pendek, lama, apalagi tidak mengacuhkannya, mendingan pikir-pikir lagi, mungkin dia tidak tertarik, atau dia hanya membutuhkanmu disaat dia sedang bosan.

Kalau cowok itu memang serius sama kamu, dia akan selalu menyediakan ruang untukmu, tanpa kamu minta.

Kadang, ada satu orang yang ingin kamu hapus, karena bagimu; sakit hati yang kamu rasakan lebih besar dari saat bahagia dulu.
(via kunamaibintangitunamamu)

Iya, ada.. :-)